Wednesday, February 4, 2015

DIA

Karya: Endar Wahyuni

temaram rembulan malam ini
menggelitik bersanding dingin
di bawahnya, aku bermandikan kilau mengusir gigil


kuterawang cakrawala malam
memungut kisah lampau yang berceceran
kulihat tawa renyah pun senyum senjanya
lalu tiba-tiba kutemui sumpah serapahnya


tidak! aku tak boleh mengutuknya
membubuhkan embun bening di sudut kerut matanya
ah... tapi dia bukan lagi bintang yang selalu kutunggu selepas senja
dia terlalu angkuh menyaksikan si kunang menari-nari dalam pekat


“tapi kamu bintang kecilnya,” logikaku meronta
kutatap mimiknya yang menua termakan usia
meratapi masa yang merenggutku darinya, selalu begitu katanya


aku mencari-cari relung hatiku
mencoba mengintip sudut paling dalam
kusisipkan surat tentang dia yang selalu menabur dilema
“adakah bilik miliknya dulu masih utuh?” tanyaku meragu



JOG, En-271014



Lihat juga puisi lainnya di sini 
 

No comments:

Post a Comment