Saturday, February 28, 2015

Cinta Selalu Pulang? (2)


“Ketika Cinta Selalu Pulang.” Kututup halaman youtube yang baru saja menyelesaikan film pilihanku malam ini. Kalimat manis itu---yang selalu kutemukan di halaman pencarian google---menjadi embel-embel judul film barusan. Padu-padan diksi yang sempat membuatku tersenyum kecil dan menyimpan banyak harapan. Menguatkan doa-doa sepertiga malam. Menjadi senjata ampuh ketika air mata mulai menderas. Tapi, benarkah cinta akan selalu pulang?
                   
Malam ini, seperti biasa kita sengaja meramu penawar rindu dengan sedikit basa-basi kabar, ditambah beberapa sendok cerita ini-itu tentang hari yang baru saja lewat, lalu kita taburi candaan nakal tentang ‘kita’. Sedap sekali, bukan? Sampai-sampai penawar rindu ini malah menjadi candu untuk kita nikmati di malam-malam berikutnya.

“Buktinya aku pulang lagi, kan?” Aku masih ingat betul kata-kata ini keluar dari mulutmu ketika aku protes tentangmu yang selalu datang dan pergi. Protes yang sengaja kubalut dalam gurauan, yang sesungguhnya benar-benar ungkapan sebuah kejujuran.

“Untung aku masih mau bukain pintu,” candaku. Lalu kita lanjutkan gurauan-gurauan nakal lainnya. Tawa kecil pecah memeriahkan malam. Sungguh, kuakui kamu memang benar-benar telah memenangkan hatiku. Walaupun, belum juga kudengar satu jawaban atas pertanyaan terakhirku sebelum kita sama-sama beranjak tidur. “Lalu, kapan kamu akan benar-benar pulang? Singgah dan menetap....”

Pagi-pagi aku terbangun dan menemukanmu sudah berpakaian rapi. Ini bukan hal yang baru lagi. Tapi, tak bisa kupungkiri, ada sedih yang teramat sangat terselip di palung hati.

“Aku pergi sebentar,” tuturmu singkat tanpa mau mendengar tangisku yang hampir meledak. Tidak ada penjelasan lain tentang tujuanmu. Tubuhmu langsung melesat jauh begitu saja. Hanya secarik kertas yang kutemukan di atas bantalmu.


“Aku pergi sebentar untuk menengok sepi. Aku pastikan aku akan pulang. Sejauh apa pun kita, aku dan kamu pasti kembali, dan akan selalu kembali.”


JOG, En-280215



Baca cerita"Cinta Selalu Pulang?" sebelumnya di sini
Untuk cerita selanjutnya bisa dibaca di sini

No comments:

Post a Comment