Thursday, April 9, 2015

LIFE (Part 23) "Untuk Jo"

Jo, malam ini aku menangis. Begitu banyak ini-itu yang menyesakkan dada, ini-itu yang memenuhi otakku. Tapi tenang saja, aku menepati janjiku, kok. Seperti kataku kemarin, aku akan jadi anak yang mandiri, tanpa kita. Aku sudah mulai belajar mengendalikan hatiku sendiri. Walau ternyata akhirnya tangis ini buncah juga di ujung malam. Tapi aku yakin aku kuat.

Jo, awalnya aku pikir sangat susah. Dan ternyata memang benar-benar susah. Sekuat apa pun pertahananku, nyatanya aku memang hanya seorang perempuan yang sebenar-benarnya mempunyai hati sangat rapuh. Tapi aku masih selalu ingat pesan terakhirmu, bahwa aku pasti bisa, bahwa aku harus selalu semangat, bahwa semua kebaikan sudah menantiku di depan sana.

Terima kasih untuk tahun-tahun yang sudah terlewat. Untuk malam-malam yang sesak tangis, pagi-pagi yang lengkap dengan sapa, siang-siang yang tak lekang oleh tawa, sore-sore yang penuh cerita, juga senja-senja yang begitu menenangkan.

Maka biarlah kunikmati tangis malam ini sendirian, tanpa kita. Tak perlu ada ketakutan atas ketidakmampuan pun kesendirian. Karena aku yakin doamu selalu menyertai, membawaku pada hari bahagia itu.

Semoga Tuhan selalu memberi kebahagiaan yang berlimpah untuk kita. Aamiin. ^-^   


JOG, En-090415

No comments:

Post a Comment