Friday, November 2, 2012

Dia dan Sosok Itu

Tuhan...
Kenapa aku jadi sangat membencinya. Dia yang selama ini selalu berusaha menemaniku. Kenapa hatiku sudah tertutup rapat untuknya. Sejak 'ku mengenal sosok lain, yang benar-benar menyita ruang dan waktuku.

Dan dia masih terus dan terus menemaniku. Sampai tiba saatnya aku harus kehilangan sosok yang sangat kusayangi. Dia hadir menawarkan keindahan, tapi tak tampak istimewa di mataku..

Tuhan...

Aku memang salah, tak pernah lagi bisa menerimanya sebagai teman hidupku. Karna aku tak bisa lepas dari sosok itu. Sosok yang dengan mudahnya datang dan pergi dalam kehidupanku. Sosok yang seringkali meninggalkanku. Sosok yang seringkali membuat air mataku mengalir deras. Tapi sosok yang sangat kucintai dan tak bisa kugantikan dengan siapapun sampai detik ini juga, walau saat ini sosok itu tak lagi ada untukku.

Tuhan...

Hilangkan kebencianku padanya, yang selalu berusaha merebut posisi sosok itu di hatiku, yang selalu berusaha menempati ruang di hatiku.

Tuhan...

Aku memang belum rela menggantikan sosok itu dengan siapapun, termasuk dia yang lebih setia menemaniku. Tapi aku tak pernah bisa, dan aku tak ingin mengulangi kesalahan yang sama lagi, memaksa diri untuk bersamanya sedang hatiku masih terpaku pada sosok itu.

Tapi, Tuhan...

Jangan biarkan aku terus lebih dan lebih membencinya. Karena aku tahu niatnya baik. Berikan aku kelapangan untuk mengertinya, walau aku tak bisa menyambut hangat kehadirannya. Beri aku rangkaian kata dan kelembutan sikap, untuk membuatnya mengerti aku terlalu sulit melepaskan sosok yang telah melepaskanku. Bahwa aku terlalu sulit menerimanya hadir menempati ruang rinduku.

No comments:

Post a Comment