Tuesday, March 12, 2013

Mimpiku, Aku Kamu di Titik Terakhir

Ini kisah pagiku..

Ahh.. Mimpiku semalam masih mengganggu. Entah apa aku harus menyebutnya.

Mengerikan.?
Kurasa tak terlalu tepat juga, bukankah sepertinya berita bahagia.

Menyenangkan.?
Sepertinya perasaan takut atau apa itu masih terbawa sampai aku bangun dan menulis ini.

Yang jelas ada kamu, bukan, ada nama kamu. Karena semalam tak kutemui sosokmu. Hanya dalam mimpiku, aku sempat menerka apakah itu kamu atau bukan.?

Kalau ada kamu di sini, aku pengen bercerita, tapi...

Ya, tapi aku, kamu, kita, sudah berakhir atau masih akan bercerita aku tak tahu. Kamu yang mulai mengukir ceritamu sendiri. Dan aku yang masih diam memperhatikan setiap paragraf yang kaubuat.

Ada nama-nama yang terus silih berganti mewarnai setiap paragrafmu. Dan yang lebih membuatku sesak adalah satu nama yang tak pernah bisa kauhapus itu. Padahal dari awal kamu mengenalkannya padaku adalah seorang temanmu, lalu kaubilang seperti adikmu, lalu kaupersembahkan sebagai temanku mencintaimu.

Rasanya terlalu lama aku membaca setiap paragraf-paragrafmu, sampai mataku letih, terlalu letih bahkan. Itu tidak penting. Tapi yang ada, setiap paragrafmu adalah bagian dari setiap unsur kata ceritaku.

Terlalu sulit menemui namaku dalam paragrafmu, apalagi di bagian kamu bertemu satu nama lagi dan jatuh hati lagi dan begitulah seterusnya.

Ada aku, iya..., ada aku...
Di bagian kamu dalam keadaan yang tak kamu inginkan ada aku.

Kalau memang Tuhan mengijinkan aku dan kamu terus menulis, aku harap ada kamu di ujung ceritaku, dan di kata terakhir sebelum aku membubuhkan tanda titik yang terakhir kalinya. Dan aku ingin suatu saat aku atau kamu pun menemui namaku bersanding di titik terakhirmu.

Dan aku bisa menjawab mimpiku tadi malam. Ada kamu, pasti ada kamu.

No comments:

Post a Comment